
Keterangan Gambar : Madrasah Asah di RPH Surabaya diikuti 25 peserta dari berbagai daerah pada Sabtu (9/5/2026). RPH Surabaya/Anton Kusnanto
Surabaya (rphsurabaya.co.id) - PT RPH Surabaya Perseroda kembali menggelar kegiatan Madrasah Asah pada Sabtu (9/5/2026). Pelatihan yang merupakan kolaborasi bersama Juleha (juru sembelih halal) Jawa Timur Kota Surabaya ini menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan pengasahan bilah bagi para pegiat ‘Juleha’, panitia kurban masjid, hingga masyarakat umum.
Kegiatan yang digelar di kantor RPH Surabaya Pegirian tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai daerah, mulai Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Lamongan hingga Jombang.
Ketua Bidang Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) Juleha Jatim Kota Surabaya, Agah Sya'ban menjelaskan, pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya ketajaman bilah dalam proses penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. “Syariat dalam penyembelihan hewan itu adalah sebaik-baiknya sembelihan dan secepat-cepatnya sembelihan, salah satunya dengan setajam-tajamnya pisau. Karena itu peserta diarahkan memahami teknik mengasah yang baik dan benar agar penyembelihan kurban menjadi lebih ihsan dan sesuai syariat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan kali ini terdiri dari tiga materi utama dan sesi praktik langsung. Materi pertama membahas fikih asah bilah, yakni pemahaman hukum serta pentingnya penggunaan pisau tajam dalam penyembelihan hewan kurban. Materi kedua berisi pengenalan jenis bilah dan pisau, mulai dari bahan konvensional hingga modern, termasuk fungsi dan karakteristik masing-masing. Sedangkan materi ketiga adalah praktik teknik mengasah yang benar agar menghasilkan ketajaman optimal.
Setelah sesi praktik, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan alat bantu modern untuk mengukur kualitas ketajaman bilah yang telah mereka asah. Salah satunya melalui mikroskop untuk melihat burr atau sisa gerinda halus pada mata pisau setelah diasah. “Kalau masih ada burr, peserta diminta mengasah ulang sampai benar-benar halus.
Setelah dipastikan kehalusannya melalui mikroskop, bilah lalu diuji lagi menggunakan alat ukur ketajaman digital. "Semakin rendah angka hasil ukurnya, maka semakin tajam pisaunya,” terang Agah.
Salah satu peserta, Ali Taufan dari Krian, Sidoarjo, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin memperdalam ilmu penyembelihan halal, khususnya teknik pengasahan bilah. “Ilmu tentang jagal itu bukan hanya bisa menyembelih, tapi juga bagaimana mengasah bilah dengan benar supaya penyembelihan hewan kurban bisa optimal dan sesuai syariat Islam,” katanya.
Ali menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat karena peserta dikenalkan berbagai jenis baja pisau, teknik perawatan, hingga pemahaman fikih penyembelihan halal. “Semoga ilmu dari sini bisa saya tularkan kepada teman-teman panitia kurban di masjid perumahan kami, supaya penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan benar dan halal,” ujarnya.
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A Isnugroho berharap kegiatan serupa dapat terus rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pembekalan bagi masyarakat, khususnya panitia kurban di musala, masjid, dan yayasan agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan lebih baik, halal, dan sesuai syariat.(ant)
Tulis Komentar