
Keterangan Gambar : Forum Animal Welfare Officer (AWO) Indonesia bersama LifeCorp menyelenggarakan kegiatan Animal Biosecurity, Welfare and Disease Management Treatment Training Program di RPH Surabaya Perseroda, Senin (12/1). RPH/Alif
Surabaya - Sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan standar biosekuriti dan kesejahteraan hewan. Forum Animal Welfare Officer (AWO) Indonesia bersama LifeCorp menyelenggarakan kegiatan Animal Biosecurity, Welfare and Disease Management Treatment Training Program di RPH Surabaya Perseroda, Senin (12/1).
Pelatihan ini difokuskan pada penerapan biosekuriti di fasilitas kandang penampungan maupun rumah potong hewan, sekaligus kesiapan penanganan ternak yang terdampak penyakit strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Di kesempatan ini, Drh. Neny Santy Jelita Lumbantoruangan dari Forum AWO Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dan berorientasi pada kesejahteraan hewan dalam setiap tahapan penanganan ternak.
“Penanganan ternak yang sakit, baik PMK maupun LSD, tidak hanya soal aspek teknis kesehatan hewan, tetapi juga bagaimana memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga. Dengan penerapan biosekuriti yang baik, risiko penularan penyakit dapat ditekan, sekaligus melindungi ternak lain dan para pekerja di RPH,” ujar drh. Neny.
Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang untuk membekali para pekerja RPH dengan pengetahuan praktis dan standar penanganan yang sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), sehingga dapat diterapkan langsung dalam operasional sehari-hari.
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini juga menjadi penguatan dari proses persiapan operasional RPH Tambak Osowilangon, yang sebelumnya telah mendapatkan supervisi dari Animal Welfare Organization (AWO). Supervisi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional memenuhi standar kesejahteraan hewan internasional.
Sebelumnya, Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho juga menegaskan bahwa penerapan standar animal welfare bukan hanya kewajiban etis, tetapi juga berdampak langsung pada keberlanjutan pasokan ternak.
“Jika standar kesejahteraan hewan tidak terpenuhi, negara pemasok seperti Australia tidak akan mengirimkan sapi. Ini bukan hanya soal etika, tapi juga keberlanjutan pasokan dan kepercayaan pasar,” ujar Fajar.
Ia menambahkan, keberadaan RPH Tambak Osowilangun diharapkan dapat menjadi model RPH modern yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan Kota Surabaya, tetapi juga ramah lingkungan serta mampu bersaing di tingkat global.(ant)
Tulis Komentar