
Keterangan Gambar : Direktur Administrasi dan Keuangan PT RPH Surabaya Perseroda, Rudy Hardiyanto, S.E., menjelaskan sistem digitalisasi integratif di PT RPH Surabaya Perseroda, Rabu (4/2/2026). RPH Surabaya/ Alif
Surabaya (rphsurabaya.co.id) - PT RPH Surabaya Perseroda terus melakukan transformasi layanan melalui penerapan sistem digitalisasi yang terintegrasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas, baik dalam pelayanan kepada mitra maupun dalam pengelolaan internal perusahaan.
Direktur Administrasi dan Keuangan PT RPH Surabaya Perseroda, Rudy Hardiyanto, S.E., menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya diterapkan pada sistem keuangan, tetapi juga pada layanan operasional yang selama ini masih dilakukan secara manual. “Digitalisasi ini kami arahkan untuk benar-benar memudahkan mitra, sekaligus membuat pengelolaan perusahaan lebih tertib dan terkontrol,” ujar Rudy, Rabu (4/2/2026)
Salah satu contoh nyata penerapan layanan digital yang dirasakan langsung manfaatnya oleh mitra adalah pada pengelolaan sapi hidup siap potong. Sebelumnya, sistem pemasukan sapi ke kandang RPH dilakukan secara manual dan tidak terkontrol. “Dulu Sapi BX itu asal masuk saja, tidak terkontrol. Jagal sering berebut kandang karena tidak tahu kandang mana yang kosong atau penuh,” jelasnya.
Melalui sistem digitalisasi, mekanisme tersebut kini berubah. Mitra diwajibkan melakukan pendaftaran terlebih dahulu secara online sebelum mengirimkan sapi ke RPH. Data yang masuk kemudian diverifikasi secara administratif dan dicocokkan dengan kondisi di lapangan oleh bagian pemotongan. “Sebelum sapi masuk, mitra harus mendaftar dulu. Setelah itu kita lakukan cross-check di lapangan, disetujui oleh bagian pemotongan, dan semua pengurusannya sudah menggunakan e-surat,” terang Rudy.
Dengan sistem baru ini, setelah pendaftaran disetujui, mitra sudah mendapatkan informasi kandang dan blok tujuan yang jelas, sehingga proses pengiriman sapi menjadi lebih tertib, terjadwal, dan tidak menimbulkan antrean maupun konflik di lapangan.
Selain memudahkan mitra, digitalisasi juga membawa dampak besar bagi pengelolaan pendapatan perusahaan. Rudy mengungkapkan bahwa sebelumnya pencatatan pendapatan dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan dan kebocoran. “Kalau dulu pencatatan pendapatan dihitung manual, itu sangat rawan kebocoran. Sekarang sapi yang masuk kita catat dalam sistem, lalu otomatis muncul kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi mitra,” jelasnya.
Seluruh transaksi kini diproses melalui sistem digital, mulai dari pencatatan, pembayaran, hingga penerbitan kuitansi resmi. “Setelah pembayaran, sistem akan langsung mengeluarkan kuitansi. Ini penting karena ke depan RPH tidak hanya berhubungan dengan individu, tapi juga antarperusahaan. Kuitansi ini menjadi bukti administrasi dan pelaporan, termasuk untuk kewajiban pajak,” tambah Rudy.
Digitalisasi juga memungkinkan manajemen memantau pendapatan secara real time, sekaligus mengurangi peredaran uang tunai di lingkungan RPH. “Pendapatan bisa langsung kita pantau, dan yang paling penting kita juga mengurangi penggunaan uang cash di RPH,” ujarnya.
Transformasi digital ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas data dan transaksi keuangan, tuntutan transparansi sebagai badan usaha milik daerah, serta kebutuhan standarisasi sistem keuangan modern agar selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya terkait digitalisasi layanan publik.
Ditambahkan Rudy, sebagai instansi yang mengelola layanan strategis, RPH Surabaya juga memanfaatkan digitalisasi untuk akselerasi pelayanan. Proses persetujuan anggaran, pencatatan penerimaan dan pengeluaran, hingga pelaporan berkala kini dapat dilakukan lebih cepat tanpa bergantung pada proses manual yang memakan waktu.
Ke depan, PT RPH Surabaya Perseroda menargetkan seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai atau digital, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa lokasi layanan. “Kalau bisa ke depan semuanya mengarah ke pembayaran digital. Seperti yang sudah kita lakukan di Unit Bajarsugian, pembayarannya sudah lewat sistem. Ini memudahkan tracking, lebih aman, dan mitra juga tidak perlu khawatir risiko uang tunai, seperti uang palsu atau kehilangan,” pungkas Rudy.
Melalui penerapan sistem digital yang terintegrasi ini, PT RPH Surabaya Perseroda optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta membangun kepercayaan mitra dan masyarakat secara berkelanjutan.(ant)
Tulis Komentar