Dirut RPH Surabaya Bahas Keamanan dan Kehalalan Pangan di Fakultas Ketahanan Pangan Unesa
Dirut RPH Surabaya Bahas Keamanan dan Kehalalan Pangan di Fakultas Ketahanan Pangan Unesa

Keterangan Gambar : Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arianto Isnugroho, sebagai narasumber Praktisi Mengabdi yang digelar Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (26/5/2026).RPH Surabaya/Adek


Surabaya (rphsurabaya.co.id) - PT Rumah Hewan (RPH) Surabaya Perseroda terus memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui kegiatan Praktisi Mengabdi yang digelar Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (26/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arianto Isnugroho, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertema “Manajemen Rantai Pasok RPH untuk Menjamin Keamanan, Kehalalan, dan Mendukung Ketahanan Pangan.”


Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ketahanan Pangan Unesa ini, mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai pengelolaan rumah potong hewan modern, mulai dari proses penyembelihan, jaminan halal, higienitas, hingga tata niaga pangan yang aman bagi masyarakat.


Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Dirut RPH Surabaya yang dinilai memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. “Alhamdulillah, hari ini kami kedatangan Direktur Utama dari RPH Surabaya yang menyampaikan materi kepada adik-adik mahasiswa dengan sangat luar biasa. Kami sebelumnya belum pernah mendapatkan materi terkait RPH, dan kebetulan kami memiliki Prodi Biosains Hewan sehingga ini sangat gayung bersambut,” ujarnya.


Ia mengatakan, mahasiswa mendapat banyak pengetahuan baru mengenai sistem dan cakupan layanan rumah potong hewan yang selama ini belum banyak diketahui. “Kami jadi paham visi-visi dari RPH itu seperti apa. Ternyata RPH itu macam-macam, tidak hanya sapi dan kambing saja, tetapi juga ada berbagai hewan ternak lain termasuk ayam dan babi,” katanya.


Menurutnya, materi yang disampaikan juga membuka wawasan tentang pentingnya higienitas dan jaminan halal dalam proses pengelolaan daging. “Yang lebih penting juga bagaimana higienis dari RPH itu sendiri, mulai sebelum penyembelihan sampai pasca penyembelihan. Jadi nanti daging yang sampai ke masyarakat betul-betul daging pilihan yang higienis dan halal,” jelasnya.


Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan klasifikasi kualitas daging yang selama ini jarang diketahui masyarakat umum. “Kami baru tahu ternyata ada grade-grade dari daging itu sendiri seperti D1, D2, dan D3. Ini pengalaman baru, terutama bagi saya pribadi,” tambahnya.


Prof. Dr. Nining berharap kolaborasi antara Unesa dan RPH Surabaya dapat terus dikembangkan, khususnya dalam bidang penelitian dan program magang mahasiswa. “Harapannya nanti adik-adik mahasiswa, khususnya Biosains Hewan namun juga prodi lain, bisa berkolaborasi dengan RPH Surabaya melalui research maupun magang. Sehingga mahasiswa memiliki pengalaman langsung yang nantinya bisa diaplikasikan di masyarakat,” tuturnya.


Sementara itu, mahasiswa Prodi Biosains Hewan semester 2, Sana Aura Yuanita, mengaku materi yang diberikan sangat membuka wawasan mahasiswa terhadap dunia industri rumah potong hewan. “Materi hari ini sangat menginspirasi kami. Jadi kita bisa tahu apa saja yang ada di dalam RPH dan ternyata banyak peluang bagi mahasiswa untuk bekerja sama dengan RPH,” ujarnya.


Ia berharap ke depan mahasiswa dapat melakukan studi lapangan langsung ke RPH Surabaya agar lebih memahami kondisi nyata di lapangan. “Harapannya bisa studi langsung ke RPH untuk melihat study case secara langsung,” katanya.(ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)