Doa Bersama Tandai Awal Operasional RPH Surabaya Unit Tambak Osowilangon
Doa Bersama Tandai Awal Operasional RPH Surabaya Unit Tambak Osowilangon

Keterangan Gambar : Tasyakuran di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Unit Tambak Osowilangon (TOW) , Rabu (14/1/2026). RPH/Alif


Surabaya– Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Unit Tambak Osowilangon (TOW) resmi memulai operasionalnya pada Rabu (14/1/2026). Dimulainya aktivitas di lokasi baru ini ditandai dengan doa bersama dan tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda awal kegiatan pemotongan hewan.

Kegiatan tasyakuran berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, di antaranya Ketua Komisi B  H.Muhammad Faridz Afif, Wakil Ketua Mochamad Machmud, serta Sekretaris Ghofar Ismail dan Yuga Pratisabda Widyawasta, S.T. 

Selain itu hadir juga Harindrayana, ST, MM – Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP, Sekretaris Kecamatan Benowo, Sekretaris Kelurahan Tambak Osowilangon, Ketua LPMK Tambak Osowilangon, Babinkamtibmas Tambak Osowilangon, Babinsa Tambak Osowilangon perwakilan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Tambak Osowilangon.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, menjelaskan bahwa operasional RPH Unit Tambak Osowilangon pada tahap awal belum dijalankan secara penuh. Kegiatan yang berlangsung saat ini merupakan fase awal pemanfaatan fasilitas bagi para mitra jagal yang ingin melakukan pemotongan.

“Mulai Januari, Februari, Maret, dan seterusnya kita sudah berkegiatan di sini. Insyaallah setelah Lebaran Idul Fitri, seluruh mitra jagal yang selama ini beroperasi di Pegirian diharapkan dapat bergabung, sehingga operasional penuh RPH Surabaya Unit Tambak Osowilangon bisa berjalan,” ujar Fajar.

Selain berfungsi sebagai lokasi pemotongan, kawasan Tambak Osowilangon juga akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas RPH Surabaya. Secara bertahap, unit niaga, produksi, administrasi dan keuangan, Satuan Pengawas Internal (SPI), hingga bagian teknik akan dipindahkan ke kawasan ini.

Fajar menegaskan, pembangunan RPH Unit Tambak Osowilangun merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kota Surabaya. Langkah ini sejalan dengan upaya penataan kota, khususnya pemindahan aktivitas pemotongan hewan dari kawasan Pegirian dan Ampel yang kini berada di tengah permukiman padat serta kawasan wisata religi.

RPH Unit Tambak Osowilangon dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi dengan fasilitas modern dan higienis. RPH ini dilengkapi kandang penampungan berkapasitas 150 ekor sapi BX dan 80 ekor sapi lokal, serta kapasitas pemotongan hingga 150 ekor per hari. Fasilitas penunjang meliputi 28 handrail, 28 meja cacah, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai untuk mendukung operasional harian.(ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)