
Keterangan Gambar : Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos. M.Si., saat berbicara di depan media. RPH Surabaya/Anton Kusnanto
Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 menjadi pengingat penting bahwa di tengah banjir informasi digital, kehadiran pers yang berkualitas tidak bisa tergantikan.
Di era konvergensi media, masyarakat dihadapkan pada ribuan konten setiap hari, mulai dari informasi faktual hingga judul-judul bombastis yang kerap menyesatkan. Dalam situasi tersebut, pers dituntut tetap menjaga perannya sebagai sumber informasi yang akurat, berimbang, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.
Hal ini ditegaskan Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos. M.Si. yang menyatakan bahwa pers yang sehat adalah pers yang tumbuh dengan jurnalisme berkualitas dan berpihak pada kepentingan publik. “Di Hari Pers Nasional 2026 ini, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers yang tetap konsisten menjaga jurnalisme berkualitas, jurnalisme yang berpegang pada fakta, peristiwa aktual, serta isu-isu yang penting dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Fajar, Senin (9/2/2026).
Fajar menambahkan, tantangan utama saat ini bukan hanya pada produksi informasi, tetapi juga pada kecerdasan masyarakat sebagai konsumen media. Menurutnya, masyarakat boleh menerima banyak informasi, namun harus tetap selektif dan kritis dalam menyaring setiap konten yang dikonsumsi. “Masyarakat sebagai konsumen media harus cerdas bermedia. Mereka boleh menerima ratusan bahkan ribuan informasi, tetapi ketika masyarakat selektif, kritis, dan hati-hati, berita yang tidak benar akan berhenti di mereka dan tidak ikut disebarkan,” ujar Fajar.
Fajar juga menyoroti kondisi saat ini yang menjadi tantangan bersama untuk terus mengedukasi masyarakat agar mampu membedakan antara produk jurnalistik dan konten media sosial. Menurutnya, media massa dan media sosial adalah dua hal yang berbeda. "Media massa adalah produk pers yang lahir dari proses jurnalistik, memiliki kode etik, dan tunduk pada Undang-Undang Pers. Sementara media sosial bersifat personal dan tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelas Fajar.
Bagi RPH Surabaya, momentum Hari Pers Nasional menjadi refleksi bersama bahwa pers yang sehat hanya dapat tumbuh jika didukung oleh jurnalisme yang bertanggung jawab dan masyarakat yang melek media, sehingga informasi yang beredar tidak hanya cepat, tetapi juga benar dan berdampak positif bagi publik.
Website RPH Surabaya Sebagai Sumber Informasi Publik yang Terpercaya
Sebagai bagian dari komitmen mendukung jurnalisme yang informatif dan edukatif tersebut, RPH Surabaya juga terus mengembangkan website resmi rphsurabaya.co.id sebagai kanal informasi publik. Melalui platform tersebut, RPH Surabaya menyajikan pemberitaan internal yang disusun berdasarkan fakta dan kepentingan masyarakat.
“Melalui website RPH Surabaya, kami ingin menghadirkan informasi yang sifatnya menginformasikan dan mengedukasi. Masyarakat bisa mengetahui secara langsung bagaimana proses pemotongan, penyediaan daging yang aman dan sehat, serta bagaimana RPH bekerja untuk melayani kepentingan publik,” kata Fajar.
Ia memastikan bahwa seluruh konten yang disajikan di website RPH Surabaya disusun secara proporsional, berimbang, dan berorientasi pada edukasi publik, sehingga dapat menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya oleh masyarakat maupun media. “Kami ingin website RPH Surabaya menjadi sumber informasi yang akurat dan faktual, khususnya ketika masyarakat atau media massa membutuhkan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan RPH dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.(ant)
Tulis Komentar