RPH Surabaya Berharap Jejak Sejarah RPH Pegirian Tetap Dipertahankan
RPH Surabaya Berharap Jejak Sejarah RPH Pegirian Tetap Dipertahankan

Keterangan Gambar : RPH Pegirian Surabaya. RPH Surabaya/Anton Kusnanto


Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Kawasan RPH Pegirian akan memasuki tahap penataan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel. Meski sudah tidak digunakan sebagai tempat pemotongan per 1 Juni 2026, PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan jejak sejarah keberadaan rumah potong hewan di lokasi tersebut tidak akan hilang.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A. Isnugroho, menegaskan bahwa nilai historis RPH di Pegirian harus tetap dijaga meskipun operasional perusahaan telah berpindah ke RPH Tambak Osowilangun.

"Saya menyampaikan bahwa ada historical yang tidak boleh hilang, bahwa di sini pernah ada rumah potong hewan. Karena itu ada beberapa bangunan yang diusulkan untuk dipertahankan sebagai identitas dan jejak sejarah RPH Surabaya," ujar Fajar, Selasa (9/6/2026)

Menurutnya, sejumlah aset yang memiliki nilai sejarah direncanakan tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas kawasan sekaligus pelestarian cagar budaya. Bangunan tersebut meliputi tempat pemotongan (abbatoir), kantor utama , outlet RPH Surya Mart hingga Pasar Daging Arimbi yang nantinya akan ditata lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat.

Fajar mengatakan, upaya mempertahankan bangunan-bangunan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang RPH Surabaya yang telah menjadi bagian dari perkembangan kota. Keberadaan kawasan Pegirian tidak hanya menyimpan fungsi ekonomi, tetapi juga merekam sejarah pelayanan pemotongan hewan yang telah berlangsung selama puluhan tahun sejak 1928.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat mulai melakukan proses perpindahan kantor secara bertahap dari kompleks Pegirian menuju lokasi operasional baru di Tambak Osowilangun. Perpindahan dilakukan dengan melibatkan jajaran direksi dan seluruh karyawan melalui kegiatan kerja bakti agar transisi berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

"Hari ini kita mulai kerja bakti untuk proses perpindahan kantor dari Pegirian ke Tambak Osowilangun. Maksimalkan hari ini untuk pengangkutan berkas maupun barang-barang yang bisa digunakan untuk operasional di RPH Tambak Osowilangun," kata Fajar.

Tahap awal perpindahan difokuskan pada pengangkutan perlengkapan dan dokumen penting dari berbagai unit kerja yang menunjang operasional perusahaan.(ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)