Selamat Jalan Cak Awi, Sahabat dan Tokoh yang Menguatkan Langkah RPH Surabaya.
Selamat Jalan Cak Awi, Sahabat dan Tokoh yang Menguatkan Langkah RPH Surabaya.

Keterangan Gambar : Adi Sutarwijono (kiri), Ketua DPRD Surabaya berjumpa dengan direktur utama PT RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, usai mengikuti upacara Hari Kemerdekaan RI ke-78 di Balai Kkota Surabaya tahun 2023.


Surabaya (rphsurabaya.co.id) - Kabar wafatnya Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono—yang akrab disapa Cak Awi—menjadi duka mendalam bagi saya pribadi, jajaran direksi, komisaris, dan seluruh keluarga besar RPH Surabaya. Kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi dunia pemerintahan dan masyarakat Surabaya, tetapi juga bagi kami yang merasakan langsung perhatian, dukungan, dan komitmen beliau terhadap kemajuan pelayanan publik, khususnya jasa potong hewan dan penyediaan pangan asal hewan.

Bagi saya, Cak Awi bukan sekadar pejabat publik. Ia adalah sahabat lama sejak masa kami sama-sama berkiprah di dunia jurnalistik. Beliau pernah menjadi wartawan Harian Surya dan kemudian berkiprah di Tempo, sementara saya saat itu sebagai reporter Radio Suara Surabaya dan Indosiar . Kedekatan sejak masa itu membuat komunikasi kami selalu cair, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi, bahkan setelah beliau menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya.

Ada dua momentum penting yang sangat saya ingat sebagai bukti nyata dukungan beliau terhadap kemajuan RPH Surabaya.

Momentum pertama terjadi pada akhir tahun 2022, ketika beliau memberikan dukungan penuh terhadap penyesuaian tarif jasa pemotongan hewan di RPH Surabaya. Melalui komunikasi yang baik antara Badan Pengawas RPH, Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD, akhirnya terbit Surat Keputusan Wali Kota Surabaya tentang Persetujuan Penyesuaian Tarif Jasa Potong Hewan RPH Surabaya Tanggal 8 Desember 2022.

Jasa pemotongan sapi yang sebelumnya Rp50.000 menjadi Rp110.000 per ekor, jasa potong kambing dari Rp7.500 menjadi Rp15.000 per ekor, serta pemotongan babi dari Rp65.000 menjadi Rp115.000 per ekor. Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian angka, tetapi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan, standar operasional, dan keberlanjutan pengelolaan RPH agar semakin profesional.

Momentum kedua adalah dukungan beliau terhadap transformasi kelembagaan RPH Surabaya. Pada akhir 2024, pembahasan perubahan badan hukum dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroda mulai dibahas di Komisi B DPRD Surabaya. Berkat dukungan dan komitmen beliau, pada awal tahun 2025 regulasi tersebut berhasil diparipurnakan.

Sejak saat itu, RPH Surabaya resmi bertransformasi menjadi PT RPH Surabaya Perseroda—sebuah langkah besar menuju tata kelola perusahaan yang lebih modern, profesional, dan berorientasi kinerja.

Saya masih mengingat jelas pesan beliau ketika kami dari jajaran direksi diterima di ruang kerjanya. Di hadapan kami bertiga, saya bersama Pak Rudy Hardiyanto Direktur Administrasi dan Keuangan, serta Bu Megawati Direktur Jasa dan Niaga, beliau menekankan pentingnya sinergi, kekompakan, dan soliditas antar pimpinan. Menurutnya, kebersamaan adalah fondasi utama bagi perusahaan yang ingin tumbuh sehat dan berdaya saing. Pesan sederhana itu sangat membekas bagi saya, karena terbukti bahwa kekompakan adalah modal utama dalam membangun institusi yang kuat dan berkelanjutan.

Kabar wafatnya beliau begitu mendadak pada Selasa (10/2/2026), setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit, rasa kehilangan itu terasa nyata. Surabaya kehilangan seorang pemimpin yang memiliki gagasan besar, kepedulian tinggi, dan keberanian mendorong perubahan. Kami di RPH Surabaya kehilangan sosok yang percaya pada potensi kami dan memberi ruang untuk berkembang.

Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar RPH Surabaya, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi ketabahan dan kekuatan. Bagi kami, jasa, dukungan, dan pesan beliau akan selalu menjadi pengingat untuk terus melangkah maju, menjaga amanah pelayanan, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Selamat jalan, Cak Awi. Dedikasi dan semangatmu akan selalu hidup dalam setiap langkah pengabdian kami untuk Surabaya.

( Obituari — dari Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho )



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)