
Keterangan Gambar : Rumah Potong Hewan Unggas, Surabaya. Dok RPH Surabaya
Surabaya (rphsurabaya.co.id) – Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya selama ini lebih dikenal sebagai tempat pemotongan sapi. Padahal, layanan PT RPH Surabaya Perseroda mencakup beberapa jenis hewan, mulai dari sapi, kambing, unggas hingga babi. Masing-masing layanan ditempatkan pada unit yang disesuaikan dengan jenis hewan dan kebutuhan operasionalnya.
Direktur Jasa Niaga PT Rumah Potong Hewan (RPH) Perseroda Surabaya, Megawati, mengatakan pembagian layanan tersebut sejalan dengan pengaturan dalam Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan di Kota Surabaya.
“RPH Surabaya tidak hanya melayani pemotongan sapi. Kami memiliki beberapa unit dengan layanan yang disesuaikan dengan jenis hewan, mulai dari sapi, kambing, babi hingga unggas,” ujar Megawati.
Untuk layanan sapi, salah satunya dipusatkan di RPH Ruminansia Unit Tambak Osowilangun (TOW). Unit ini mulai beroperasi seiring pengalihan aktivitas pemotongan dari RPH Pegirian. Berdiri di atas lahan sekitar 7.500 meter persegi. Fasilitasnya dilengkapi kandang berkapasitas 150 sapi BX dan 80 sapi lokal, 28 handrail, 28 meja cacah serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Saat ini, pelayanan pemotongan sapi di TOW rata-rata mencapai 70 ekor per hari, dengan estimasi hasil daging karkas sekitar 17.500 kilogram per hari.
Layanan pemotongan sapi juga dioperasikan di RPH Ruminansia Unit Kedurus di Jalan Raya Mastrip. Rata-rata pelayanan pemotongan di unit ini mencapai 25 ekor sapi per hari, dengan estimasi hasil daging sekitar 6.250 kilogram per hari.
RPH Surabaya juga memiliki RPH Unggas Unit Lakarsantri di kawasan Taman Hutan Raya, Kelurahan Jeruk. Unit ini mulai beroperasi pada 21 Agustus 2025 dan melayani pengolahan ayam dalam bentuk karkas utuh, parting, fillet hingga jeroan.
Saat ini, kapasitas produksi RPH Unggas Lakarsantri telah mencapai di atas 1.500 kilogram per hari. Saat ini RPH Unggas Lakarsantri turut diperkuat dengan Air Blast Freezer berkapasitas 5 ton yang dapat membekukan produk hingga suhu sekitar minus 35 derajat Celsius.
Untuk pemotongan babi, RPH Surabaya memiliki unit khusus di Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes. Pemisahan ini dilakukan karena babi memiliki karakteristik dan ketentuan penanganan yang berbeda, termasuk untuk menjaga pemisahan dengan layanan pemotongan hewan yang produknya memenuhi ketentuan halal.
“Setiap jenis hewan memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda. Karena itu, kami menempatkan layanan sesuai karakteristik hewan dan kebutuhan operasionalnya, termasuk pemisahan layanan babi,” kata Megawati.
Unit Banjar Sugihan digunakan setelah layanan pemotongan babi direlokasi dari RPH Pegirian dan diresmikan pada 23 Februari 2024. Saat ini, rata-rata pemotongan mencapai 100 ekor babi per hari, dengan estimasi hasil daging B2 sekitar 7.500 kilogram per hari.
Untuk layanan pemotongan kambing di Unit TOW juga sudah siap melayani masyarakat dan pelaku usaha. Unit ini didukung dokter hewan, Juru Sembelih Halal (Juleha), sertifikat halal serta fasilitas pengolahan limbah.
“Untuk masyarakat atau pelaku usaha yang membutuhkan layanan pemotongan kambing, sekarang sudah bisa memanfaatkan fasilitas di TOW. Kami siap memberikan pelayanan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku,” ujar Megawati.
Megawati menegaskan, keberadaan beberapa unit tersebut merupakan bagian dari upaya RPH Surabaya memberikan layanan pemotongan yang sesuai dengan jenis hewan, kebutuhan pengguna jasa, serta aspek keamanan, kesehatan, keutuhan dan kehalalan produk hewan.
“Dengan pembagian unit ini, kami ingin memastikan setiap layanan dapat berjalan sesuai standar dan kebutuhan masing-masing jenis hewan,” pungkasnya.(ant)
Tulis Komentar