Masuki 2026, RPH Surabaya Siap Operasikan Unit Tambak Oso Wilangun dan Tingkatkan Layanan Publik
Masuki 2026, RPH Surabaya Siap Operasikan Unit Tambak Oso Wilangun dan Tingkatkan Layanan Publik

Keterangan Gambar : Sejumlah karyawan RPH Surabaya berfoto bersama Direktur Utama, Fajar A. Isnugroho, usai menerima penghargaan kinerja, Senin (5/1/2026).RPH/Alif


Surabaya - PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda mengawali aktivitas kerja tahun 2026 dengan menggelar apel pagi di lingkungan RPH Surabaya, pada Senin (5/1). Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, S.Sos., M.Si., dan diikuti oleh jajaran direksi, pejabat struktural, serta seluruh pegawai.

Dalam amanatnya, Direktur Utama menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar RPH Surabaya atas kerja keras dan kebersamaan yang telah terbangun sepanjang tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi tahun penuh pembelajaran, terutama tentang arti komitmen, kebersamaan, kekompakan, dan saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Memasuki awal tahun 2026, RPH Surabaya juga bersiap menghadapi sejumlah momentum penting, yakni Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri yang jatuh pada Februari hingga Maret mendatang. Direktur Utama menekankan pentingnya pelayanan terbaik kepada masyarakat dan para pelanggan.

Seluruh proses pemotongan, baik sapi, kambing, ayam, maupun babi, diminta berjalan aman, lancar, dan sesuai standar, disertai komunikasi dan kolaborasi yang solid antar unit kerja.

“Momentum Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk meningkatkan pelayanan, menambah pendapatan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat kepada RPH Surabaya,” tegasnya.

Direktur Utama juga menyinggung terkait rencana operasional RPH Surabaya Unit Tambak Osowilangun yang akan dimulai pada pekan kedua Januari 2026. Saat ini, persiapan operasional telah memasuki tahap akhir dengan pembentukan Tim Persiapan Operasional yang diketuai oleh drh. Nowo Siswo Yuworo, dengan melibatkan personel lintas bidang.

Ditegaskan pula bahwa perpindahan yang dilakukan adalah lokasi pemotongan sapi, dari RPH Pegirian ke Unit Tambak Osowilangun. Sementara itu, Pasar Daging Arimbi tetap berlokasi di kawasan Pegirian sebagai pusat perdagangan daging di Surabaya. “Artinya, pusat pasar daging tetap di Arimbi, namun kita pastikan daging yang dijual adalah hasil pemotongan RPH Surabaya,” jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, RPH Surabaya akan menyiapkan skema distribusi terbaik dari Tambak Oso Wilangun menuju Pasar Daging Arimbi, sekaligus memastikan tidak ada daging dari luar RPH Surabaya yang masuk ke pasar tersebut. (ant)



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)